Kamis, 02 Mei 2013

The Game

Maen tebak-tebakan sama diri sendiri itu perlu. Bukan pengen jadi detektif sih, tapi yaa.. cuma hipotesis yang sifatnya sementara supaya nanti bisa memmpertimbangkan kebenaran yang mungkin aja terungkap. hasilnya sih  gak diapa-apain, cuma sebagai pedoman kedepan aja.

Memang aku suka cari tau tentangpribadi orang lain lewat hipotesis-hiotesis aku, tapi jangan khawatir. Aku gak akan berargumentasi secara sepihak kok. Kesimpulan gak akan terjadi tanpa fakta yang cukup.

Pengetahuanku akan suatu pribadi seseorang cuma sebagai sarana beradaptasi dan menjalin relasi yang lebih baik. Karena manusia diciptakan secara kompleks dan sempurna, gak akan addamanusia yang sama di dunia ini, jadi penting bagi aku tuk lakukan usaha tersebut.



Selasa, 26 Juni 2012

Hitung Volume Menggunakan Sponge Kubus

Jika kamu punya segelas es teh manis atau soft drink, lalu kamu punya banyak sponge kubus dengan panjang = 1cm, lebar = 1 cm, dan tinggi 1cm. Ketika kamu memasukkan sponge tadi ke dalam gelas berisi soft drink kamu dan ternyata semua cairan terserap kedalam sejumlah sponge yang telah kamu masukan ke gelas hingga sponge terlihat berwarna seperti soft dring tadi. Lalu teman kamu datang tanpa permisi menyeruput soft drink tadi hingga terlihat 7 buah kubus sponge berubah warna mnjadi putih (warna sponge asal) selama 4 detik. Pertanyaannya berapa ml volume soft drink yang sudah temenmu minum? Apakah metode / teori tersebut valid untuk mengukur volume secara empiris??

Minggu, 10 Juni 2012

What's wrong with "Belel Hotpant"

Hari ini pagiku terasa aneh..
Sekitar pukul 11.50 aku datang ke warung makan Kolombo sendirian. Yah, sendiri. Aku emang suka sendirian.
"mba, pesan opor ayam, telornya ceplok ya ! minumnya es kopi mix"
Mba yang jualan cuma ngangguk smbil nyengir dikit.
sambil nunggu, twitteran dulu.. tiba-tiba datang pelanggan ngeliatin mulu gak tau malu. tampangnya kaya orang culun gitu, dengan kacamata, jeans potongan cutbray, tas punggungnya. Rasanya mau aku pelototin aja tu orang. mikir juga sih "what's wrong with me?"

Makananku datang...
Makin heran ngliat tampang Mba yang punya warung pas ngasih aku maknan, tampangnya itu lho.. hhmm.. dengan muka yang semi-semi ketakutan, whatever lah, gak tau apa sebutannya, yang jelas dia tu nyodorin aku makanan pelan-pelan tapi sambil ngeliat ke muka aku dengan tampang lagi ngerayain halloween gtu.
Lagi-lagi bertanya dalam hati"what's wrong with me?? (-_-)"

Pas udah mau makan, What's wrong?, telornya dikasih 2 boo..
Emang tadi aku bilang apa? udah itu telornya rebus pula :(
kalo ampe aku bisulan balik dari sini, emang aku tuntut ni mba-mba hmm..

Aku mulai perhatikan from hair to toe, gak ada apa-apa tu. aku cm pake kaos putih, sendal jepit n hotpant blel. once again, What's wrong with me???




Selasa, 01 Mei 2012

Merasa Cantik Itu Penting!

Jika ada yang bertanya, apakah kita cantik? Jawaban kita sering-seringnya adalah “Nggak ah, biasa saja” dan jawaban sejenis lainnya. Intinya, kita malu mengakui bahwa kita cantik, karena mengingat segala kekurangan yang ada pada diri kita. Hmm, padahal pada dasarnya, setiap cewek itu terlahir cantik, lho. Makanya, penting banget untuk kita merasa diri kita cantik. Kenapa?

Melihat diri sendiri secara positif
Tiap kali kita merasa diri kita jelek, sebenarnya sama saja dengan memberi nilai minus untuk diri kita sendiri. Nggak heran jika terus-menerus dilakukan, kita akan merasa minder karena merasa nggak punya kelebihan dan lupa kalau tiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. So, no need to worry.

Bentuk rasa syukur
Saat kita merasa diri kita cantik, itu artinya kita bersyukur atas apa yang kita miliki. Bukan sebuah bentuk kita kecentilan atau over pede. Dengan bersyukur, kita jadi tergerak untuk merawat diri kita sebaik mungkin dan hasilnya, jadi makin cantik.

Kita memang cantik
Masih nggak percaya kalau kita cantik? Coba ubah deh, definisi cantik yang selama ini kita pegang. Bayangan kalau cantik itu berarti berkulit putih mulus, tinggi semampai, bergigi rata dan kriteria sempurna lainnya itu, hanya terjadi di iklan saja. Coba berkaca dan temukan betapa banyak kelebihan yang kita punya, di luar kekurangan kita. Meski nggak sempurna head-to-toe, kelebihan kita bisa jadi aset yang diandalkan, kok. Kekurangan kita pun, sebenarnya bisa kita tutupi. Satu lagi, kecantikan dari dalam diri kita, itulah yang paling utama. Muthia – Foto: Dok. FeminaGroup.

sumber : www.gadis.co.id

Senin, 16 April 2012

Always Be My Baby_David Cook

We were as one babe
For a moment in time
And it seemed everlasting
That you would always be mine

Now you want to be free
So I'm letting you fly
'Cause I know in my heart babe
Our love will never die, no

You'll always be a part of me
I'm a part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

Dhum ... Dhum ...

I ain't gonna cry no
And I won't beg you to stay
If you're determined to leave girl
I will not stand in your way

But inevitably you'll be back again
'Cause you know in your heart babe
Our love will never end, no

You'll always be a part of me
I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on and on
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling,'cause you'll always be my baby

(I know that you'll be back Girl)
When your days and your nights get a little bit colder, oh
(I know that)
You'll be right back, baby
OOww Well, baby believe me it's only a matter of time ...

You'll always be apart of me
And I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

And we'll linger on and on
(And we will linger on and on)
Time can't erase a feeling this strong
No way you're never gonna shake me
Ooh darling, 'cause you'll always be my ... My baby

You'll always be apart of me
And I'm part of you indefinitely
Girl don't you know you can't escape me
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

(You and I will always be)
And we'll linger on and on
Time can't erase a feeling this strong
(You and I)
No way you're never gonna shake me
(You and I)
Ooh darling, 'cause you'll always be my baby

Always Be My Baby ....

Rabu, 11 April 2012

Penyesalan Seorang Ayah


Kisah ini terjadi disebuah ruang tamu sebuah keluarga kecil namun cukup berada. Di ruangan itu terdapat meja tamu beserta vas bunga diatasnya dan dua buah sofa yang tersusun rapi. Di sudut ruangan terdapat sapu sebuah ijuk. Drama ini terjadi pada sekitar pikul 19.00.
Para pelaku :
1.      Ibu                   : ibu ini berusia 30 tahun, penyanyang pada keluarga, patuh terhadap                       suami.
2.      Pak kikir          : Pak kikir adalah kepala rumah tangga yang tegas dan agak kejam,                          gegabah dan sangat pelit.
3.    Saleh               : saleh adalah seorang anak yang baik hati, suka menabung dan                                             penyanyang kepada keda orang tuanya.
4.      Pak RT            : seorang RT yang jujur dan baik hati.

1.      Dengan perasaan santai, bibir ibu bergumam-gumam menirukan lagu yang sangat keras  terdengar dari radio sembari membalik- balikan halaman majalah langganannya. Ibu terkejut ketika musik tiba-tiba berhenti.
2.      Pak kikir          : ( Pak kikir muncul ke arah Ibu lalu merampas majalah dari tangan                            Ibu). Bu, kemana uang bapak yang 50 ribu rupiah? Apa ibu                               mengambilnya?
3.      Ibu                   : Astaga Bapak... mbo ya dicari dulu to. Jangan asal tuduh, dosa lho.
4.      Pak kikir          : justru karena sudah Bapak cari-cari nggak ketemu, makanya bapak                         tanya Ibu, lha siapa lagi di rumah ini kalau bukan ibu ?
5.      Ibu                   : Pak.. walaupun bapak nggak pernah ngasih uang belanja buat ibu. Mana                  berani ibu. Ya ngak mungkin lah pak ibu ngambil uangnya bapak.
6.      Pak kikir          : Halah...! Ibu jangan bohong ! ayo cepat kembalikan uang bapak                             ( menarik baju ibu dan merogoh-rogoh kantung ibu)
7.      Ibu                   : Bapak ini apa-apaan sih? ( suara ibu mengeras seraya menghindari                bapak ). Sama istri sendiri kok begitu ?
8.      Pak kikir          : ( menarik tangan ibu). Sudah ! gak usah bohong ! istri macam apa                             kamu? Tidak sudi aku punya istri pencuri? ( mendorong ibu hingga                ibu jatuh kelantai).
9.      Saleh               : ( muncul sambil membawa bungkusan besar ). Ada apa bu, pak? Ibu                        kenapa menangis ?
10.  Pak kikir          : Yang begini ini jangan kamu tiru Saleh. Asal kamu tau, Ibumu ini                            sudah mencuri uang bapak 50 ribu tapi belum juga mau mengaku.                            Mau jadi ibu macam apa dia?
11.  Saleh               : ( meletakan bukusan yang ia bawa ke atas meja lalu menuntun ibunya                     bangkit)
12.  Pak kikir          : lha, apa ini Saleh ? ( baru menyadari bungkusan yang dibawa saleh).                      Oh, jadi kamu yang mengambil uang bapak ya? Masih kecil sudah                   berani mencuri kamu ya?
13.  Saleh               : bu..bu..bukan pak ( ketakutan ).
14.  Pak kikir          : lha ini buktinya apa? ( membanting vas bunga yang ada di meja guna                     memperlihatkan bungkusan yang ada di meja). Kamu pasti                            ngambiluang bapak lalu kamu belanjakan ini, ia kan? Darimana lagi               kamu mendapatkan uang untuk membeli ini kalau bukan mencuri                                    uang bapak? ( membentak).
15.  Saleh               : ( meringkuk ketakutan mendekati ibu). Aa.. anu pak.. itu pakai uang                      saleh sendiri.
16.  Pak kikir          : Alaah... masih juga berani bohong. Dasar anak kurang ajar !                                    ( menempeleng saleh lalu menendangnya)
17.  Saleh               : Ampun pak.. ampun.. ampun.. ( saleh tidak dapat berkata apa-apa dan                   hanya dapat mengatakan ‘Ampun’).
18.  Pak kikir          : ( mengambil sapu lalu memukul saleh hingga pingsan)
19.  Ibu                   : sudah pak ! ( berteriak lalu menggendong saleh pergi keluar dari                               rumah)
20.  Pak kikir          : pergi saja sana ! pergi ! ( berteriak sambil mengacungkan sapu lalu              menjatuhkan tubuhnya di sofa). Dasar anak kurang ajar !
21.  Pak RT            : ( tak lama kemudia pak RT muncul agak berlari). Pak kikir. Pak                               kikir!
22.  kikir                 : Ehem ! ada perlu apa pak RT datang tanpa permisi begitu?
23.  Pak RT            : Eh, maaf pak Kikir, anu.. saya datang kesini mau mengantar uang                           50 ribu rupiah milik pak Kikir.
24.  Pak kikir          : Lho, kenapa bisa ada sama pak RT uang saya? (raut wajah agak                               keheranan)
25.  Pak RT            : Begini.. tadi waktu Pak Kikir pergi setelah bertamu ke rumah saya,                        saya lihat uang Pak Kikir ini terjatuh dari kantong celananya pak                                   Kikir. Saya mau mengejar pak kikir, eeh pak Kikirnya sudah pergi                  naik motor.
26.  Pak kikir          : Hah ! jadi uang saya tadi terjatuh di rumah pak RT? ( tertegun                                 sejenak dengan pandangan kosong)
27.  Pak RT            : Ia pak Kikir ( sembari menyerahkan uang kepada pak Kikir)
28.  Pak kikir          : ( menyambut uang lalu berbalik menatap bungkusan yang ada diatas                        meja). Lalu ini apa?
29.  Pak RT            : Lalu apanya pak Kikir? (Kebingungan melihat pak kikir).
30.  Pak kikir          : (membuka bungkusan dan terkejut melihat isinya). Pak RT coba lihat                       kemari !
31.  Pak RT            : ( melongok ke bungkusan) Oh, bapak dapat hadiah kue ulang tahun,                        itu tulisannya “Happy Birthday “ dan ada suratnya juga.                                                  ngomong-ngomong dari siapa pak Kikir? ( sambil tersenyum)                             selamat ulang tahun ya pak kikir.
32.  Pak kikir          : (terdiam nampak sedih).
33.  Pak RT            : Loh, kok bapak keliatan sedih?
34.  Pak kikir          : pak, tolong bacakan saya isi suratnya !
35.  Pak RT            : “ Bapak, selamat ulang tahun ya. Saleh sayang Bapak sama Ibu.                               Selama ini saleh sisihkan uang jajan saleh untuk belikan bapak ini.                   Diterima ya pak walaupun hadiah saleh sederhana semoga bapak                                  senang. Selamat ulang tahun bapak”. Oh, hadiahnya dari saleh pak,                  anak bapak.
36.  Pak kikir          : ( menangis lalu bangkit dari sofa). Saleh ! Ibu ! ( berteriak lalu berlari                       keluar meninggalkan pak RT sendirian di ruangan.
37.  Pak RT            : ( nampak kebingungan). Ada apa sih dengan pak Kikir? Dikasih                               hadiah kok malah nangis, terus kabur? Alah mboh. Orang jaman                                 sekarang pada aneh semua. Mending saya pulang saja. ( melangkah                        pergi meninggalkan ruangan) 


to  To get file of this dock klick herePenyesalan seorang Ayah